Veronica itu baru lahir, umurnya sebulan
-->
Tangisan itu hanyalah teriakan hati. Aku menangis, dua tetes memang, tapi hatiku teriak sekencang-kencangnya. Sebuah cobaan, bertubi-tubi tak henti mengalir setiap waktu.
Aku baru hidup sebulan, tapi aku belum bisa berbicara, bahkan berdiri pun belum sanggup, berfikir jernih pun masih jauh. Aku tidak sakit, aku tidak cacat, aku manusia sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangan. Tapi itu perumpamaan bagi diriku. 18 tahun umurku, tapi mengapa aku baru merasa baru hidup sebulan ? Mungkin itu karena petunjuk-Nya. Indah bukan main. Tapi aku masih belajar, bahkan terlalu banyak yang harus aku gali. Aku mulai membaca-Nya walau masih meng-eja. Aku mulai menyanyikan-Nya walau tiada merdu nada yang ku alunkan. Aku mulai memeluk-Nya walau belum sampai tanganku seutuhnya. Aku mulai menyayangi-Nya dengan ikhlas, segenap hati dan jiwa. Aku, dengan segala kekurangan dan kelebihan, mencoba mempertahankan ini, coba sekuat tenaga hati. Disetiap jantung berdetak, darah mengalir, aku coba mencintai-Nya sepenuh hatiku. Aku hidup karna-Nya. Aku hidup untuk-Nya. Aku rindu akan-Nya. Inginku kembali padanya-Nya, kembali didekapanya yang hangat.

Comments
Post a Comment